Dampak Buruk Formalin Dalam Makanan

Ternyata formalin masih ditemukan dalam makanan kita sehari-hari bahkan permen. Sebenarnya formalin dilarang keras penggunaannya dalam makanan karena dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Sebulan terakhir ini kita dikagetkan lagi mengenai berita ditemukannya produk makanan dalam hal ini permen yang mengandung formalin. Apabila hal ini terus terjadi maka akan membawa dampak buruk bagi manusia terutama anak-anak yang mengkonsumsi permen yang mengandung formalin di kemudian hari.


Formalin adalah racun yang bersifat karsinogen (penyebab kanker) dan tidak ada level aman untuk formalin jika tertelan seberapapun encernya. Upaya razia harus dilakukan terus menerus, bagi yang bersalah harus ditindak tentu dengan hukuman yang layak. Formalin sendiri sebenarnya dikenal sebagai obat untuk pengawet mayat. Sampai sekarang pun dalam lingkungan rumah sakit masih digunakan untuk mengawetkan contoh jaringan tubuh manusia dari hasil biopsi atau contoh langsung diambil pada saat operasi sebelum diperiksa di laboratorium.
Sebenarnya formalin mengandung 37 % formaldehid dalam pelarut air dan bisanya juga mengandung 10 % metanol (pelarut). Formalin memiliki karakteristik tidak berwarna, bau yang keras dan mempunyai berat jenis 1,09 kg/l dalam suhu 20 derajat Celsius.
Di masyarakat formalin digunakan secara luas sebagai obat antiparasit. Formalin secara efektif digunakan untuk membunuh berbagai macam parasit dan bakteri yang menempel pada ikan hias.

Selain itu pada peternakan kadang-kadang formalin yang tentunya telah diencerkan digunakan sebagai disinfektan. Larutan formalin yang digunakan biasanya dengan konsentrasi 1/100 sampai 1/10000.
Formalin merupakan zat toksik dan sangat iritatif untuk kulit dan mata. Formalin bagi tubuh manusia diketahui sebagai zat beracun, karsinogen (menyebabkan kanker), mutagen (menyebabkan perubahan sel, jaringan tubuh), korosif dan iritatif. Uap dari formalin sendiri sangat berbahaya jika terhirup oleh pernafasan dan juga sangat berbahaya dan iritatif jika tertelan oleh manusia.
Untuk mata, seberapa encerpun formalin ini tetap iritatif. Jika sampai tertelan maka seseorang tersebut harus segera diminumkan air banyak-banyak dan segera diminta untuk memuntahkan isi lambungnya.
Dampak buruk bagi kesehatan pada seorang yang terpapar dengan formalin dapat terjadi akibat paparan akut atau paparan yang berlangsung kronik (bertahun-tahun), antara lain sakit kepala, radang hidung kronis (rhinitis), mual-mual, gangguan pernafasan baik berupa batuk kronis atau sesak nafas kronis.
Formalin juga dapat merusak persyarafan tubuh manusia dan dikenal sebagai zat yang bersifat racun untuk persyarafan tubuh kita (neurotoksik). Gangguan pada persyarafan berupa susah tidur, sensitive, mudah lupa, sulit berkonsentrasi. Pada wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas.
Formalin juga dapat diserap oleh kulit dan seperti telah disebutkan di atas juga dapat terhirup oleh pernafasan kita. Oleh karena itu dengan kontak langsung dengan zat tersebut tanpa menelannya juga sudah dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Penggunaan formalin jangka panjang pada manusia dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan. Bahkan pada penelitian binatang menyebabkan kanker kulit dan kanker paru.
Sampai sejauh ini informasi-informasi yang ada menyebutkan tidak ada level aman bagi formalin ini jika tertelan oleh manusia. Sekali lagi, jelas bahwa zat ini sangat berbahaya jika terpapar pada tubuh manusia baik kontak langsung, terhirup ataupun tertelan.

Penelitian Badan POM menunjukkan bahwa formalin terdapat pada makanan yang sehari-hari kita konsumsi yaitu mie basah, ikan asin dan tahu. Padahal seharusnya formalin dilarang digunakan pada makanan karena dampak buruk akibat penggunaan dari zat beracun tersebut.
Masalahnya masyarakat selama ini tidak mengetahui mana produk yang mengandung formalin mana yang tidak. Mengingat dampak penggunaan kronik penggunaan formalin tersebut sangat berbahaya dan dampaknya baru dirasakan di masa datang.
Sekali lagi langkah perlindungan terhadap masyarakat harus segera diambil. Tindakan tegas juga harus diambil para pengusaha yang mengimpor produk-produk makanan yang mengandung bahan beracun tersebut.
Razia yang terus-menerus harus selalu dilakukan oleh Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM) RI untuk terus konsisten mencari dan menemukan makanan dan minuman yang mengandung formalin agar masyarakat terbebas dari bahaya formalin.

Untuk menguji makanan yang kita konsumsi mengandung formalin atau tidak, ada cara mudah mengetesnya, yakni dengan mencelupkan kertas indikator yang akan berubah warna ketika dicelupkan ke dalam air bilasan makanan yang mengandung formalin. Bila bagian kertas berubah menjadi ungu, maka dapat dipastikan makanan yang dites diproduksi dengan menggunakan formalin. Ada baiknya juga diperkuat dengan uji laboratorium supaya tidak menduga-duga.
Jika informasi detail di atas telah kita pahami secara seksama, sebagai bagian dari lapisan masyarakat, mulai dari saat ini, ayo kita berburu makanan dan minuman yang mengandung formalin.

Bagi sebagian produsen maupun pedagang, alasan penggunaan zat ini adalah untuk mengawetkan produk mereka, terutama untuk jenis makanan yang mudah rusak atau busuk.Daya tahan produk hingga berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan tentu saja sangat menguntungkan penjual. Apalagi pada kondisi pasar yang tengah melesu. Alasan lain, penambahan pengawet dimaksudkan untuk menambah daya tarik, seperti penambahan kalium nitrat pada daging olahan sehingga tampak lebih segar.Namun dibalik itu, produsen atau pedagang tidak tahu dan sebagian lainnya tidak mengindahkan bahwa penggunaan pengawet bisa membahayakan konsumen. Formalinmisalnya, bisa menyebabkan kanker paru-paru, gangguan pencernaan dan jantung,

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s