MACAM MACAM PENGAWETAN SECARA ALAMI

NAMA:ANDRIAS WIDYARTONO

KELAS:4K1

NIS:5929

 

 

MACAM MACAM PENGAWETAN SECARA ALAMI

 

Sebenarnya, masalah penggunaan bahan tambahan ilegal didalam pangan telah sejak lama didengungkan oleh banyak pihak, baik dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Perguruan Tinggi maupun oleh Yayasan Lembaga Konsumen. Tetapi, karena masyarakat konsumen belum memahami bahaya kegunaan bahan ilegal ini, ditambah dengan hukum yang tidak secara tegas menjerat produsen bermasalah, maka produsen bermasalah tetap bisa menggunakan bahan ilegal ini karena konsumen toh tidak mempermasalahkannya.
Seiring dengan ramainya publikasi mengenai bahaya formalin, saat juga ramai dibicarakan atau dipromosikan bahan-bahan pengawet alternatif pengganti formalin. Sebagian besar alternatif yang disodorkan merupakan pengawet alami. Tetapi, sebetulnya ada banyak pertanyaan diseputar bahan-bahan pengawet ini, seperti: benarkah bahan-bahan pengawet yang disodorkan ini mampu memperpanjang umur simpan bahan pangan segar seperti halnya formalin? Seperti diketahui, formalin dapat memperpanjang umur simpan bahan pangan mentah sampai berhari-hari pada suhu ruang. Sesuatu hal yang sangat tidak mungkin dilakukan oleh pengawet legal yang diijinkan penggunaannya didalam makanan. Pertanyaan berikutnya, apakah pengawet tersebut efektif untuk semua bahan pangan? Apakah bahan ini tidak menyebabkan perubahan citarasa bahan makanan yang diawetkannya? Dan yang penting lagi, apa komponen aktif didalamnya? Apakah sudah teruji keamanannya terhadap manusia? Sehingga, jangan sampai penggunaannya dikemudian hari malah memicu masalah baru.

 

 

 

 

 

 

 

1.Penggaraman

Garam telah digunakan sebagai pengawet makanan alami, untuk meningkatkan umur simpan ikan serta berbagai jenis produk daging. Proses pengasinan melibatkan penambahan garam dalam bahan makanan, untuk mengeringkan mikroba melalui osmosis,garam, sehingga menambahkan, Menghambat pertumbuhan bakteri (biasanya Clostridium botulinum) dan dengan demikian, mencegah pembusukan makanan. Selain memberikan sebuah perisai dari mikroba, garam juga melindungi makanan dari ragi dan jamur. Telah diamati bahwa daging disembuhkan bertahan lebih lama daripada yang segar.

Salah satu metode pengawetan alami yang sudah dilakukan masyarakat luas selama bertahun-tahun adalah penggunaan garam atau NaCl. Larutan garam yang masuk ke dalam jaringan diyakini mampu menghambat pertumbuhan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, sehingga makanan tersebut jadi lebih awet. Prosesnya biasa disebut dengan pengasinan (curing) atau penggaraman (maka lahirlah istilah ikan asin).

Pengawetan dengan garam ini memungkinkan daya simpan yang lebih lama dibanding dengan produk segarnya yang hanya bisa bertahan beberapa hari atau jam saja. Contohnya ikan yang hanya tahan beberapa hari, bila diasinkan bisa disimpan selama berminggu-minggu. Tentu saja prosedur pengawetan ini perlu mendapat perhatian karena konsumsi garam secara berlebihan bisa memicu penyakit darah tinggi (hipertensi).

 

2.Pendinginan (Pembekuan)

Metode lain yang dianggap aman adalah pengawetan dengan menyimpan bahan pangan tersebut pada suhu rendah. Suhu di bawah nol derajat Celcius mampu memperlambat reaksi metabolisme, disamping mencegah perkembangbiakan mikroorganisme yang bisa merusak makanan.

Prosedur pengawetan melalui pembekuan ini bisa membuat makanan awet disimpan selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Meski begitu, kualitas makanan yang dibekukan tetap saja berkurang sedikit dibandingkan makanan segarnya. Selain itu, pembekuan juga berpengaruh terhadap rasa, tekstur dan warna maupun sifat-sifat lain dari makanan tersebut.

 

 

 

 

3.Pengeringan

Cara lain yang juga kerap dilakukan untuk mengawetkan makanan adalah pengeringan karena air bebas merupakan faktor utama penyebab kerusakan makanan. Semakin tinggi kadar air dalam makanan tertentu, maka semakin cepat proses kerusakannya. Melalui proses ini, air yang terkandung dalam bahan makanan akan diminimalkan. Dengan begitu, mikroorganisme perusak makanan tidak bisa berkembang biak.

Seperti halnya makhluk hidup yang kita jumpai sehari-hari, baik jamur, kuman, maupun bakteri memerlukan air untuk bisa bertahan hidup. Namun agar hasilnya bisa maksimal, proses pengeringan harus berjalan sempurna. Jika tidak, jamur dan mikroba tetap bisa tumbuh pada makanan yang berarti tidak

aman lagi dikonsumsi.

 

4.Pengalengan (Canning)

Bahan makanan dipanaskan, kemudian dikemas rapat di dalam kaleng dalam kondisi steril (bebas mikroorganisme). Contohnya pada buah kalengan dan produk susu.

 

5.Penyinaran (Iradiasi)

Sinar ultraviolet atau sinar gamma dapat mematikan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan makanan tanpa merusak kualitasnya

6.Gula
              Gula terutama digunakan untuk mengawetkan buah-buahan, seperti apel, pir. Untuk tujuan tersebut, pengawet makanan alami yang digunakan baik dalam bentuk kristal atau sebagai sirup. Makanan juga dapat dimasak dalam gula, sampai gula mencapai titik kristalisasi, dan kemudian disimpan kering. Gula mempertahankan makanan baik dengan membunuh mikro organisme, terutama bakteri, atau mereka menghambat pertumbuhan. Itu makanan manis dan menarik air keluar dari organisme mikro, melalui proses osmosis

 

 

7.Cuka
             Meskipun asam di alam, cuka dianggap sebagai salah satu bahan pengawet alami yang  paling efektif untuk makanan. Hal ini dilakukan oleh fermentasi larutan gula dan air. Asam asetat (juga disebut asam etanoat) dalam cuka membunuh bakteri dan dengan demikian, menjaga makanan untuk waktu yang lama, mencegah pembusukan-nya. Tergantung pada dasar gula dari mana mereka berasal, cuka dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Namun, hampir semua dari mereka yang secara luas digunakan untuk tujuan pengawetan makanan.

8.Rosemary Extract

Sebuah pabrik rumah tangga biasa yang telah tumbuh di Pegunungan Alpen sejak Abad Pertengahan, rosemary sekarang banyak dibudidayakan di bagian lain dunia juga.. Ekstrak tanaman yang digunakan, di antara tujuan lain, sebagai bahan pengawet makanan alami. Rosemary ekstrak disusun oleh penyulingan daun tanaman. Selain sebagai antioksidan kuat, ekstrak juga mencegah oksidasi makanan, sehingga meningkatkan kehidupan rak-nya.. Makanan item, jika diawetkan dengan ekstrak rosemary, tidak hanya berlangsung lama, tetapi juga mempertahankan warna dan rasa untuk waktu yang lama.

9. Karagenan

Keragenan adalah bahan alami pembentuk gel yang dapat digunakan untuk mengenyalkan bakso dan mie basah sebagai bahan alternatif yang aman pengganti borax. Karagenan dihasilkan dari rumput laut Euchema sp yang telah dibudidayakan di berbagai perairan Indonesia. Dijelaskannya bahwa setiap 1 kilogram bakso membutuhkan 0,5 – 1,5 gram karagenan untuk mengenyalkannya. Di pasaran 0,5 – 1,5 gram karagenan dijual dengan harga Rp750 sampai Rp900. Karagenan dalam industri sering dijadikan bahan campuran kosmetik, obat-obatan, es krim, susu, kue, roti dan berbagai produk makanan

                 10. Buah Picung

Pohon picung atau kluwak (jawa) banyak tersebar di seluruh nusantara. Selain sebagai bumbu masak dapur, biji buah picung juga bisa dimanfaatkan sebagai pengawet alami ikan segar. Kombinasi 2 % biji buah picung dan 2% garam dari total berat ikan telah mampu mengawetkan ikan kembung segar selama 6 hari tanpa merubah mutu.
Normalnya, ikan kembung segar yang disimpan di suhu kamar tanpa penambahan picung atau es hanya bisa bertahan 6 jam. Lebih dari itu, ikan tersebut akan busuk dan rusak. Hasil penelitian R.A Hangesti Emi Widyasari, mahasiswa S2 Program Studi Teknologi Kelautan Sekolah Pasca Sarjana IPB ini merupakan terobosan dalam mengatasi kesulitan pemerolehan dan menekan harga es batu. Disamping menghindari penggunaan larutan formalin yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Seorang nelayan untuk mempertahankan mutu ikan hasil tangkapannya membutuhkan es batu minimal 1 :1 berat ikan segar. Bila ikan yang ditangkap 50 kg, maka nelayan membutuhkan es batu minimal 50 kg pula. Namun dengan memanfaatkan cacahan biji buah picung, nelayan hanya membutuhkan 1 kg cacahan biji buah picung untuk 50 kg ikan segar

 

  11. Biji Kepayang

Pohon tanaman ini memiliki tinggi hingga 40 m dengan diameter batang 2,5 m.Jika melihat uraian diatas, maka dapat dikatakan tanaman ini tumbuh tersebar luas hampir di seluruh Nusantara. Kepayang mulai berbuah di awal musim hujan pada umur 15 tahun dengan jumlah 300 biji di setiap pohonnya .

Tanaman ini telah lama digunakan sebagai bahan pengawet ikan. Untuk dapat memanfaatkannya sebagai pengawet, biji dicincang halus dan dijemur selama 2-3 hari. Hasil cincangan tanaman ini kemudian dimasukkan ke dalam perut lkan laut yang telah dibersihkan isi perutnya. Cincangan biji Kepayang memiliki efektivitas sebagai pengawet ikan hingga 6 hari . Khusus untuk pengangkutan jarak jauh, tanaman ini dicampur garam, dengan perbandingan 1 bagian garam dan 3 bagian biji Kepayang.

                 12. Gambir

Tanaman gambir (Uncariae Romulus et Uncus) di Indonesia daun dan getahnya digunakan untuk bahan kelengkapan untuk menyirih. Tanaman yang termasuk keluarga Rubiaceae ini juga sering digunakan untuk obat luka bakar, sakit kepala, diare, disentri, sariawan, dan sakit kulit, serta bahan penyamak kulit dan bahan pewarna tekstil.

Secara alami para produsen makanan sering menggunakan tanaman yang daunnya berbentuk bujur sangkar dengan permukaan licin ini untuk pengawet makanan. Pasalnya, dalam daun ini terdapat sebuah kandungan katekin yang dapat mengawetkan makanan dari kerusakan akibat mikroorganisme dan degradasi reaksi oksidasi (penyebab basi)

 

                 13. Kitosan

Kitosan dihasilkan dari chitin dan mempunyai struktur kimia yang sama dengan kitin, terdiri dari rantai molekul yang panjang dan berat molekul yang tinggi. Perbedaan antara kitin dan kitosan adalah pada setiap cincin molekul kitin terdapat gugus asetil (-CH3-CO) pada atom karbon kedua, sedangkan pada kitosan terdapat gugus amina (-NH). Kitosan dapat dihasilkan dari kitin melalui proses deasetilasi yaitu dengan cara direaksikan dengan menggunakan alkali konsentrasi tinggi dengan waktu yang relatif lama dan suhu tinggi.

Chitosan adalah biopolimer yang mempunyai keunikan yaitu dalam larutan asam, kitosan memiliki karakteristik kation dan bermuatan positif, sedangkan dalam larutan alkali, kitosan akan mengendap.

Indikator parameter daya awet chitosan

1. Keefektifan dalam mengurangi jumlah lalat yang hinggap.

Pada konsentrasi chitosan 1,5 % dapat mengurangi jumlah lalat secara significant.

2. Pada uji mutu hedonik penampakan dan rasa ditunjukkan bahwa penampakan ikan asin dengan coating chitosan lebih baik bila dibandingkan dengan ikan asin kontrol (tanpa formalin dan chitosan) dan ikan asin dengan formalin. Coating chitosan pada ikan cucut asin memberikan rasa yang lebih baik dibanding dengan kontrol (tanpa formalin dan chitosan) dan perlakuan formalin.

3. Keefektifan dalam menghambat pertumbuhan bakteri dimana pada pengujian diperlihatkan hasil bahwa nilai TPC (bakteri) sampai pada minggu kedelapan pelapisan chitosan, masih sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia) ikan asin yakni dibawah 1 x !0 5 koloni per gram. Kemampuan dalam menekan pertumbuhan bakteri disebabkan chitosan memiliki polikation yang bermuatan positif yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan kapang.

4. Kadar air pada perlakuan dengan pelapisan chitosan sampai 8 minggu menunjukan kemampuan chitosan dalam mengikat air, karena sifat hidrofobik sehingga dengan sifat ini akan menjadi daya tarik pada pengolah ikan asin dalam aspek ekonomi.

tugas kkpi

NAMA           : ANDRIAS WIDYARTONO

KELAS          : 4K1

NIS                 : 5929

  1. 1. Komoditas Perusahaan TEMPAT PRAKTEK INDUSTRI

Flavor merupakan salah satu ingredient terpenting dalam produk pangan. Walau tidak digunakan dalam jumlah besar, tetapi keberadaannya dapat membuat perbedaan yang signifikan antara produk yang satu dengan yang lainnya.

Industri flavor dari tahun ketahun mengalami perkembangan baik dari segi penjualan ataupun jumlah variasi produk yang ditawarkan. Setiap tahun diproyeksikan juga akan terjadi peningkatan seiring dengan tumbuhnya pasar pangan di Indonesia. Hal ini ditandai dengan hadirnya perusahaan-perusahaan baru di Industri ini, baik lokal maupun asing.

Beberapa faktor pemicu perkembangan industri flavor saat ini khususnya di Indonesia adalah peningkatan kebutuhan konsumsi pangan, populasi penduduk Indonesia yang semakin tahun semakin bertambah dan meningkatnya angkatan kerja wanita (women worker), sehingga kebutuhan pangan setiap konsumsi (RTE) juga mengalami peningkatan yang pesat.

PT. SUMBER FOOD INGREDIENT didirikan pada bulan januari 2010 dengan pemenuhan kebutuhan dasar industri, industri minuman dan industri kosmetik sehingga membuat PT. SUMBER FOOD INGREDIENT hadir sebagai salah satu penyedia dan pemasok rasa (Flavors, Fragrances and Savory) untuk kebutuhan industri.

Banyaknya perusahaan atau industri yang memproduksi minuman, makanan dan kosmetik saat ini membuat PT. SUMBER FOOD INGREDIENT sadar dan ingin memberikan kepuasan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan industri akan rasa dan aroma yang aman bagi konsumen.

Dalam kerjasama dengan perusahaan-perusahaan internasional, PT. SUMBER FOOD INGREDIENT hadir sebagai agen tunggal Meiyi di Indonesia yang telah lulus uji otentifikasi ISO 9001-2000 OLEH TUV GERMANY. Sehingga  PT. SUMBER FOOD INGREDIENT merupakan pilihan yang aman dan tepat bagi konsumen.

  1. produk hasil olah TEMPAT PRAKTEK INDUSTRI
  1. 1. Jenis-jenis flavor
  2. Almond, Apple Sweet, Aloe, Apricot, American Ice Cream Soda, Apricot Emulsion, Apple, Apple Emulsion, Apple Green, Apple Juice.
  3. Banana, Blueberry, Butter, Milk, Barley Roasted, Bread Roasted, Bean Green, Brown Sugar, Bean Red, Bubblegum, Bean Red Paste, Bulk, Wheat Black Tea, Butter, Blackcurrant, Butter Emulsion.
  4. CakeCheese, Coconut Milk, Condensed Milk, Creamy Vanila, Cantaloup, Cheese Cedar, Coconut Pineapple, Condensed Milk Emulsion, Cucumber, Caramel, Chenpi, Coconut Toasted, Cranberry, Carrot, Chestnut, Coffee, Cream, Cashew, Chinese,  Herbal, Coffee, Bitter Cream Emulsion, Cassia, Chocolate, Cola, Cream Plum Cheery, Coconut, Cola Emulsion, and Creamy Vanilla.
  5. Data Reed, Durian.
  6. Egg, Egg Milk, Egg Yolk, Eucalyptust Oil.
  7. Fresh Egg Yolk, Fresh Lychee, Fried Chestnut
  8. Ginger Juice, Green Bean Paste, Ginseng, Green Mango, Grape, Green Tea, Grape American, Guava, Green Apple, Green Arrow, Green Bean.
  9. Haw, Hazlenut, Honey, Honey Herbal.
  10. Ica Black Tea, Ice Cold, Ice Lemon.
  11. Jasmine, Jasmine Tea.
  12. Kiwi.
  13. Lemon, Lychee, Lemon Black Tea, Lemon Lime, Lemon Oil, Linctus, Longan, Longan Oil.
  14. Malt, Melon, Mixed Fruit, Mandarin, Milk, Mix Fruit + Strawberry, Mandarin Emulsion, Milk Egg, Mango, Milk Emulsion, Mango Juice, Milk Fresh, Mangosteen, Mix Fruit + Orange, Margarine Oil, Mixed Berry.
  15. New Zealand Milk Emulsion, New Zealand Milk Emulsion.
  16. Oatmeal, Oolong Tea, Orange, Orange Emulsion, Orange Honey, Orange Honey Emulsion, Osmanthus.
  17. Papaya, Peppermint, Prune, Passion Fruit, Pineapple, Peach, Pineapple Emulsion, Peach Emulsion, Plum, Peanut, Plum Green, Peanut Roasted, Popcorn, Pear Poprice.
  18. Rambutan, Roasted, Sweet Potato, Red Bean, Rose, Red Date, Red Grape, Renseng, Roas Coconut, Roast Potato.
  19. Sesame, Sticky Rice, Shallot Oil, Strawberry, Sour Date, Strawberry Emulsion, Soya Bean Milk, Sugar Cane, Soya Milk, Sweet Corn, Spearmint, Sweet Potato Roasted, Starfruit.
  20. Toffee Milk, Tomato, Tiramisu
  21. Ube Yam.
  22. Vanilla.
  23. Walnut, White Toasted, Watermelon, Wax Berry, Wax Groud, Wheat Milk, White Rabbit, White Tea, White Rabbit, White Tea.
  24. Yoghurt, Yoghurt Pineapple, Yoghurt Strawberry ,Young Cam

 

  1. 2. FRAGRANCE
  1. Ariel, Aloe Fra, Apple Fra, Apple Fra, Angel Fra, Aloe Fra, Aloes & Green Tea Fra
  2. Blue Air Fra, Body Powder Fra, Body Powder Fra
  3. Carrot, Casablanca, Citronella Fra, Charming Fra
  4. Dior Qagq Fra, Dolce & Gabbana Fra
  5. Energy Lemon, Egan Chrysanthemum Fra, Eagle Fra
  6. Floral, Flower For Ariel, Flower For Ariel Natural, Fresh Jasmine, Freshe, Fruit & Flower Mixed, Fresh Blossoms
  7. Garden Floral, Grape Fruit Fra, Green Apple Fra, Green Floral, Green Tea Fra, GREEN TEA FRA
  8. International Fra
  9. Jasmine Fra, Jiuchongxiao Fra
  10. Kiwi Fruit Fra
  11. Labsa, Lavender Fra, Lemon Fra, Liby Fra, Loran Fra
  12. Miracle, Mixed Flower Fra, Mixed Flower Fra, Musk Rose, Miss Coco Fra, MIKE FRA, Mile & Bee Fra
  13. OMO, Orange Fra, Orange Lemon, Osmanthus Fra
  14. Pawpaw Fra, Pawpaw & Orange, Perfume Fra
  15. Qiang Flower Fra
  16. Rose Fra, Rose & Lavender Fra
  17. Safeguard Fra, Sandalwood Fra, Softener
  18. Tide (lily)
  19. Washing Powder Fra]

 

 

  1. 3. SAVORY

  1. Barbecued Powder Flavour, Barbecued Powder Flavour, Beef Flavor Paste, Beef Flavouring, Beef Flavouring, Beef Flavouring, Beef Liquid Flavour, Beef Powder Flavour, Beef Pure Powder Flavour, Black Pepper Beef Steak Powder, Brazil Roast Meat Powder Flav
  2. Cheese Powder Flav, Cheese Powder Flav, Cheese Seasoning, Cheese Powder, Chicken Flavor Paste, Chicken Liquid Flav, Chicken Powder Flavour

 

  1. 3. Penanganan Quality Control Perusahaan tempat praktek industri

Pengujian organoleptik mempunyai macam-macam cara. Cara-cara pengujian itu dapat digolongkan dalam beberapa kelompok. Cara pengujian yang paling populer adalah kelompok pengujian pembedaan (defference tests) dan kelompok pengujian pemilihan (preference tests). Di samping kedua kelompok pengujian itu, dikenal juga pengujian skalar dan pengujian deskripsi. Jika kedua pengujian pertama banyak digunakan dalam penelitian, analisis proses, dan penilaian hasil akhir, maka dua kelompok pengujian terakhir ini banyak digunakan dalam pengawasan mutu (quality control). Diluar 4 kelompok pengujian itu masih ada uji-uji sensorik lain, termasuk di sini adalah uji konsumen. Namun, pengujian yang sering dilakukan dalam penanganan QC flavour adalah Uji Segitiga (Tri Angle Test).
Macam-macam uji pembedaan
1. Uji pasangan

Dalam pengujian dengan uji pasangan, dua contoh disajikan bersamaan atau berurutan dengan nomor kode berlainan. Masing-masing anggota panel diminta menyatakan ada atau tidak ada perbedaan dalam hal sifat yang diujikan. Ada dua cara uji pasangan yaitu dengan dan tanpa dengan bahan pembanding (reference).

2. Uji segitiga (triangle test)

Uji segitiga digunakan untuk mendeteksi perbedaan yang kecil. Pengujian ini lebih banyak digunakan karena lebih peka daripada uji pasangan. Panelis diminta memilih satu di antara 3 contoh yang berbeda dan 2 yang lain. Dalam uji ini tidak ada contoh baku atau pembanding. Dalam memberi penilaian tidak boleh ragu-ragu, harus memilih atau menerka salah satu yang dianggap paling berbeda. Demikian pula jika panelis tidak dapat membedakan ketiga contoh tersebut.

3. Uji duo-trio

Dalam pelaksanaan uji, panelis diminta untuk memilih satu di antara
2 contoh terakhir yang sama dengan contoh baku atau pembanding.

4. Uji pembanding ganda (dual standards)

Dalam pengujian ini panelis diminta menyebut yang mana dan kedua contoh yang diujikan sama dengan pembanding A dan yang mana yang sama dengan pembanding B

5. Uji pembanding jamak (muitple standards)

Dalam uji pembanding janiak digunakan 3 atau Iebih contoh pembanding.

 

  1. Sistem Pemasaran Produk atau Jasa Perusahaan Tempat Praktek Industri

Dalam melakukan penawaran suatu produk, Sales atau marketing merancang strategi produk melalui apa yang kita kenal dengan segmentasi, targeting dan positioning (STP). STP itu lalu diwujudkan dalam marketing mix yang terdiri dari product, price, place and promotion (4P).

Perubahan dari empat P bauran pemasaran (Marketing Mix) yaitu terdiri Product, Price, Place, Promotion yang mewakili pandangan dari sisi perusahaan, menjadi empat C yang memandang dari sisi pelanggan.

Empat C adalah :

  1. Customer need and wants (kebutuhan dan keinginan pelanggan) atau lebih tepatnya Customer Solution (penyelesaian masalah yang dihadapi pelanggan)

Bukan cuma produknya, tetapi hasil yang dicapai oleh produk tersebut, produk hanya sebagai alat bantu untuk menyelesaikan masalah.

  1. Cost of Fulfillment (Biaya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan / menyelesaikan masalah tersebut)

Bukan cuma harga tetapi semua biaya yang harus dikeluarkan oleh pelanggan.

 

  1. Convenience ( kenyamanan dan kemudahan memperolehnya)

Merupakan segala upaya bagi pelanggan dalam memperolehnya dengan mudah dan nyaman.

  1. Communication (Komunikasi antara pelanggan dan organisasi)

Merubah konsep dari promosi satu arah, menjadi komunikasi dua arah antara konsumen dengan organisasi.

 

 

 

NAMA           : ANDRIAS WIDYARTONO

KELAS          : 4K1

NIS                 : 5929

  1. 1. Komoditas Perusahaan TEMPAT PRAKTEK INDUSTRI

Flavor merupakan salah satu ingredient terpenting dalam produk pangan. Walau tidak digunakan dalam jumlah besar, tetapi keberadaannya dapat membuat perbedaan yang signifikan antara produk yang satu dengan yang lainnya.

Industri flavor dari tahun ketahun mengalami perkembangan baik dari segi penjualan ataupun jumlah variasi produk yang ditawarkan. Setiap tahun diproyeksikan juga akan terjadi peningkatan seiring dengan tumbuhnya pasar pangan di Indonesia. Hal ini ditandai dengan hadirnya perusahaan-perusahaan baru di Industri ini, baik lokal maupun asing.

Beberapa faktor pemicu perkembangan industri flavor saat ini khususnya di Indonesia adalah peningkatan kebutuhan konsumsi pangan, populasi penduduk Indonesia yang semakin tahun semakin bertambah dan meningkatnya angkatan kerja wanita (women worker), sehingga kebutuhan pangan setiap konsumsi (RTE) juga mengalami peningkatan yang pesat.

PT. SUMBER FOOD INGREDIENT didirikan pada bulan januari 2010 dengan pemenuhan kebutuhan dasar industri, industri minuman dan industri kosmetik sehingga membuat PT. SUMBER FOOD INGREDIENT hadir sebagai salah satu penyedia dan pemasok rasa (Flavors, Fragrances and Savory) untuk kebutuhan industri.

Banyaknya perusahaan atau industri yang memproduksi minuman, makanan dan kosmetik saat ini membuat PT. SUMBER FOOD INGREDIENT sadar dan ingin memberikan kepuasan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan industri akan rasa dan aroma yang aman bagi konsumen.

Dalam kerjasama dengan perusahaan-perusahaan internasional, PT. SUMBER FOOD INGREDIENT hadir sebagai agen tunggal Meiyi di Indonesia yang telah lulus uji otentifikasi ISO 9001-2000 OLEH TUV GERMANY. Sehingga  PT. SUMBER FOOD INGREDIENT merupakan pilihan yang aman dan tepat bagi konsumen.

  1. produk hasil olah TEMPAT PRAKTEK INDUSTRI
  1. 1. Jenis-jenis flavor
  2. Almond, Apple Sweet, Aloe, Apricot, American Ice Cream Soda, Apricot Emulsion, Apple, Apple Emulsion, Apple Green, Apple Juice.
  3. Banana, Blueberry, Butter, Milk, Barley Roasted, Bread Roasted, Bean Green, Brown Sugar, Bean Red, Bubblegum, Bean Red Paste, Bulk, Wheat Black Tea, Butter, Blackcurrant, Butter Emulsion.
  4. CakeCheese, Coconut Milk, Condensed Milk, Creamy Vanila, Cantaloup, Cheese Cedar, Coconut Pineapple, Condensed Milk Emulsion, Cucumber, Caramel, Chenpi, Coconut Toasted, Cranberry, Carrot, Chestnut, Coffee, Cream, Cashew, Chinese,  Herbal, Coffee, Bitter Cream Emulsion, Cassia, Chocolate, Cola, Cream Plum Cheery, Coconut, Cola Emulsion, and Creamy Vanilla.
  5. Data Reed, Durian.
  6. Egg, Egg Milk, Egg Yolk, Eucalyptust Oil.
  7. Fresh Egg Yolk, Fresh Lychee, Fried Chestnut
  8. Ginger Juice, Green Bean Paste, Ginseng, Green Mango, Grape, Green Tea, Grape American, Guava, Green Apple, Green Arrow, Green Bean.
  9. Haw, Hazlenut, Honey, Honey Herbal.
  10. Ica Black Tea, Ice Cold, Ice Lemon.
  11. Jasmine, Jasmine Tea.
  12. Kiwi.
  13. Lemon, Lychee, Lemon Black Tea, Lemon Lime, Lemon Oil, Linctus, Longan, Longan Oil.
  14. Malt, Melon, Mixed Fruit, Mandarin, Milk, Mix Fruit + Strawberry, Mandarin Emulsion, Milk Egg, Mango, Milk Emulsion, Mango Juice, Milk Fresh, Mangosteen, Mix Fruit + Orange, Margarine Oil, Mixed Berry.
  15. New Zealand Milk Emulsion, New Zealand Milk Emulsion.
  16. Oatmeal, Oolong Tea, Orange, Orange Emulsion, Orange Honey, Orange Honey Emulsion, Osmanthus.
  17. Papaya, Peppermint, Prune, Passion Fruit, Pineapple, Peach, Pineapple Emulsion, Peach Emulsion, Plum, Peanut, Plum Green, Peanut Roasted, Popcorn, Pear Poprice.
  18. Rambutan, Roasted, Sweet Potato, Red Bean, Rose, Red Date, Red Grape, Renseng, Roas Coconut, Roast Potato.
  19. Sesame, Sticky Rice, Shallot Oil, Strawberry, Sour Date, Strawberry Emulsion, Soya Bean Milk, Sugar Cane, Soya Milk, Sweet Corn, Spearmint, Sweet Potato Roasted, Starfruit.
  20. Toffee Milk, Tomato, Tiramisu
  21. Ube Yam.
  22. Vanilla.
  23. Walnut, White Toasted, Watermelon, Wax Berry, Wax Groud, Wheat Milk, White Rabbit, White Tea, White Rabbit, White Tea.
  24. Yoghurt, Yoghurt Pineapple, Yoghurt Strawberry ,Young Cam

 

  1. 2. FRAGRANCE
  1. Ariel, Aloe Fra, Apple Fra, Apple Fra, Angel Fra, Aloe Fra, Aloes & Green Tea Fra
  2. Blue Air Fra, Body Powder Fra, Body Powder Fra
  3. Carrot, Casablanca, Citronella Fra, Charming Fra
  4. Dior Qagq Fra, Dolce & Gabbana Fra
  5. Energy Lemon, Egan Chrysanthemum Fra, Eagle Fra
  6. Floral, Flower For Ariel, Flower For Ariel Natural, Fresh Jasmine, Freshe, Fruit & Flower Mixed, Fresh Blossoms
  7. Garden Floral, Grape Fruit Fra, Green Apple Fra, Green Floral, Green Tea Fra, GREEN TEA FRA
  8. International Fra
  9. Jasmine Fra, Jiuchongxiao Fra
  10. Kiwi Fruit Fra
  11. Labsa, Lavender Fra, Lemon Fra, Liby Fra, Loran Fra
  12. Miracle, Mixed Flower Fra, Mixed Flower Fra, Musk Rose, Miss Coco Fra, MIKE FRA, Mile & Bee Fra
  13. OMO, Orange Fra, Orange Lemon, Osmanthus Fra
  14. Pawpaw Fra, Pawpaw & Orange, Perfume Fra
  15. Qiang Flower Fra
  16. Rose Fra, Rose & Lavender Fra
  17. Safeguard Fra, Sandalwood Fra, Softener
  18. Tide (lily)
  19. Washing Powder Fra]

 

 

  1. 3. SAVORY

  1. Barbecued Powder Flavour, Barbecued Powder Flavour, Beef Flavor Paste, Beef Flavouring, Beef Flavouring, Beef Flavouring, Beef Liquid Flavour, Beef Powder Flavour, Beef Pure Powder Flavour, Black Pepper Beef Steak Powder, Brazil Roast Meat Powder Flav
  2. Cheese Powder Flav, Cheese Powder Flav, Cheese Seasoning, Cheese Powder, Chicken Flavor Paste, Chicken Liquid Flav, Chicken Powder Flavour

 

  1. 3. Penanganan Quality Control Perusahaan tempat praktek industri

Pengujian organoleptik mempunyai macam-macam cara. Cara-cara pengujian itu dapat digolongkan dalam beberapa kelompok. Cara pengujian yang paling populer adalah kelompok pengujian pembedaan (defference tests) dan kelompok pengujian pemilihan (preference tests). Di samping kedua kelompok pengujian itu, dikenal juga pengujian skalar dan pengujian deskripsi. Jika kedua pengujian pertama banyak digunakan dalam penelitian, analisis proses, dan penilaian hasil akhir, maka dua kelompok pengujian terakhir ini banyak digunakan dalam pengawasan mutu (quality control). Diluar 4 kelompok pengujian itu masih ada uji-uji sensorik lain, termasuk di sini adalah uji konsumen. Namun, pengujian yang sering dilakukan dalam penanganan QC flavour adalah Uji Segitiga (Tri Angle Test).
Macam-macam uji pembedaan
1. Uji pasangan

Dalam pengujian dengan uji pasangan, dua contoh disajikan bersamaan atau berurutan dengan nomor kode berlainan. Masing-masing anggota panel diminta menyatakan ada atau tidak ada perbedaan dalam hal sifat yang diujikan. Ada dua cara uji pasangan yaitu dengan dan tanpa dengan bahan pembanding (reference).

2. Uji segitiga (triangle test)

Uji segitiga digunakan untuk mendeteksi perbedaan yang kecil. Pengujian ini lebih banyak digunakan karena lebih peka daripada uji pasangan. Panelis diminta memilih satu di antara 3 contoh yang berbeda dan 2 yang lain. Dalam uji ini tidak ada contoh baku atau pembanding. Dalam memberi penilaian tidak boleh ragu-ragu, harus memilih atau menerka salah satu yang dianggap paling berbeda. Demikian pula jika panelis tidak dapat membedakan ketiga contoh tersebut.

3. Uji duo-trio

Dalam pelaksanaan uji, panelis diminta untuk memilih satu di antara
2 contoh terakhir yang sama dengan contoh baku atau pembanding.

4. Uji pembanding ganda (dual standards)

Dalam pengujian ini panelis diminta menyebut yang mana dan kedua contoh yang diujikan sama dengan pembanding A dan yang mana yang sama dengan pembanding B

5. Uji pembanding jamak (muitple standards)

Dalam uji pembanding janiak digunakan 3 atau Iebih contoh pembanding.

 

  1. Sistem Pemasaran Produk atau Jasa Perusahaan Tempat Praktek Industri

Dalam melakukan penawaran suatu produk, Sales atau marketing merancang strategi produk melalui apa yang kita kenal dengan segmentasi, targeting dan positioning (STP). STP itu lalu diwujudkan dalam marketing mix yang terdiri dari product, price, place and promotion (4P).

Perubahan dari empat P bauran pemasaran (Marketing Mix) yaitu terdiri Product, Price, Place, Promotion yang mewakili pandangan dari sisi perusahaan, menjadi empat C yang memandang dari sisi pelanggan.

Empat C adalah :

  1. Customer need and wants (kebutuhan dan keinginan pelanggan) atau lebih tepatnya Customer Solution (penyelesaian masalah yang dihadapi pelanggan)

Bukan cuma produknya, tetapi hasil yang dicapai oleh produk tersebut, produk hanya sebagai alat bantu untuk menyelesaikan masalah.

2.Cost of Fulfillment (Biaya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan / menyelesaikan masalah tersebut)

Bukan cuma harga tetapi semua biaya yang harus dikeluarkan oleh pelanggan.

3.Convenience ( kenyamanan dan kemudahan memperolehnya)

Merupakan segala upaya bagi pelanggan dalam memperolehnya dengan mudah dan nyaman.

4.Communication (Komunikasi antara pelanggan dan organisasi)

Merubah konsep dari promosi satu arah, menjadi komunikasi dua arah antara konsumen dengan organisasi.

 

 

 

Dampak Buruk Formalin Dalam Makanan

Ternyata formalin masih ditemukan dalam makanan kita sehari-hari bahkan permen. Sebenarnya formalin dilarang keras penggunaannya dalam makanan karena dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Sebulan terakhir ini kita dikagetkan lagi mengenai berita ditemukannya produk makanan dalam hal ini permen yang mengandung formalin. Apabila hal ini terus terjadi maka akan membawa dampak buruk bagi manusia terutama anak-anak yang mengkonsumsi permen yang mengandung formalin di kemudian hari.


Formalin adalah racun yang bersifat karsinogen (penyebab kanker) dan tidak ada level aman untuk formalin jika tertelan seberapapun encernya. Upaya razia harus dilakukan terus menerus, bagi yang bersalah harus ditindak tentu dengan hukuman yang layak. Formalin sendiri sebenarnya dikenal sebagai obat untuk pengawet mayat. Sampai sekarang pun dalam lingkungan rumah sakit masih digunakan untuk mengawetkan contoh jaringan tubuh manusia dari hasil biopsi atau contoh langsung diambil pada saat operasi sebelum diperiksa di laboratorium.
Sebenarnya formalin mengandung 37 % formaldehid dalam pelarut air dan bisanya juga mengandung 10 % metanol (pelarut). Formalin memiliki karakteristik tidak berwarna, bau yang keras dan mempunyai berat jenis 1,09 kg/l dalam suhu 20 derajat Celsius.
Di masyarakat formalin digunakan secara luas sebagai obat antiparasit. Formalin secara efektif digunakan untuk membunuh berbagai macam parasit dan bakteri yang menempel pada ikan hias.

Selain itu pada peternakan kadang-kadang formalin yang tentunya telah diencerkan digunakan sebagai disinfektan. Larutan formalin yang digunakan biasanya dengan konsentrasi 1/100 sampai 1/10000.
Formalin merupakan zat toksik dan sangat iritatif untuk kulit dan mata. Formalin bagi tubuh manusia diketahui sebagai zat beracun, karsinogen (menyebabkan kanker), mutagen (menyebabkan perubahan sel, jaringan tubuh), korosif dan iritatif. Uap dari formalin sendiri sangat berbahaya jika terhirup oleh pernafasan dan juga sangat berbahaya dan iritatif jika tertelan oleh manusia.
Untuk mata, seberapa encerpun formalin ini tetap iritatif. Jika sampai tertelan maka seseorang tersebut harus segera diminumkan air banyak-banyak dan segera diminta untuk memuntahkan isi lambungnya.
Dampak buruk bagi kesehatan pada seorang yang terpapar dengan formalin dapat terjadi akibat paparan akut atau paparan yang berlangsung kronik (bertahun-tahun), antara lain sakit kepala, radang hidung kronis (rhinitis), mual-mual, gangguan pernafasan baik berupa batuk kronis atau sesak nafas kronis.
Formalin juga dapat merusak persyarafan tubuh manusia dan dikenal sebagai zat yang bersifat racun untuk persyarafan tubuh kita (neurotoksik). Gangguan pada persyarafan berupa susah tidur, sensitive, mudah lupa, sulit berkonsentrasi. Pada wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas.
Formalin juga dapat diserap oleh kulit dan seperti telah disebutkan di atas juga dapat terhirup oleh pernafasan kita. Oleh karena itu dengan kontak langsung dengan zat tersebut tanpa menelannya juga sudah dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Penggunaan formalin jangka panjang pada manusia dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan. Bahkan pada penelitian binatang menyebabkan kanker kulit dan kanker paru.
Sampai sejauh ini informasi-informasi yang ada menyebutkan tidak ada level aman bagi formalin ini jika tertelan oleh manusia. Sekali lagi, jelas bahwa zat ini sangat berbahaya jika terpapar pada tubuh manusia baik kontak langsung, terhirup ataupun tertelan.

Penelitian Badan POM menunjukkan bahwa formalin terdapat pada makanan yang sehari-hari kita konsumsi yaitu mie basah, ikan asin dan tahu. Padahal seharusnya formalin dilarang digunakan pada makanan karena dampak buruk akibat penggunaan dari zat beracun tersebut.
Masalahnya masyarakat selama ini tidak mengetahui mana produk yang mengandung formalin mana yang tidak. Mengingat dampak penggunaan kronik penggunaan formalin tersebut sangat berbahaya dan dampaknya baru dirasakan di masa datang.
Sekali lagi langkah perlindungan terhadap masyarakat harus segera diambil. Tindakan tegas juga harus diambil para pengusaha yang mengimpor produk-produk makanan yang mengandung bahan beracun tersebut.
Razia yang terus-menerus harus selalu dilakukan oleh Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM) RI untuk terus konsisten mencari dan menemukan makanan dan minuman yang mengandung formalin agar masyarakat terbebas dari bahaya formalin.

Untuk menguji makanan yang kita konsumsi mengandung formalin atau tidak, ada cara mudah mengetesnya, yakni dengan mencelupkan kertas indikator yang akan berubah warna ketika dicelupkan ke dalam air bilasan makanan yang mengandung formalin. Bila bagian kertas berubah menjadi ungu, maka dapat dipastikan makanan yang dites diproduksi dengan menggunakan formalin. Ada baiknya juga diperkuat dengan uji laboratorium supaya tidak menduga-duga.
Jika informasi detail di atas telah kita pahami secara seksama, sebagai bagian dari lapisan masyarakat, mulai dari saat ini, ayo kita berburu makanan dan minuman yang mengandung formalin.

Bagi sebagian produsen maupun pedagang, alasan penggunaan zat ini adalah untuk mengawetkan produk mereka, terutama untuk jenis makanan yang mudah rusak atau busuk.Daya tahan produk hingga berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan tentu saja sangat menguntungkan penjual. Apalagi pada kondisi pasar yang tengah melesu. Alasan lain, penambahan pengawet dimaksudkan untuk menambah daya tarik, seperti penambahan kalium nitrat pada daging olahan sehingga tampak lebih segar.Namun dibalik itu, produsen atau pedagang tidak tahu dan sebagian lainnya tidak mengindahkan bahwa penggunaan pengawet bisa membahayakan konsumen. Formalinmisalnya, bisa menyebabkan kanker paru-paru, gangguan pencernaan dan jantung,

Asam deoksiribonukleat

Asam deoksiribonukleat, lebih dikenal dengan DNA (bahasa Inggris: deoxyribonucleic acid), adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme. Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik; artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme. Di antara perkecualian yang menonjol adalah beberapa jenis virus (dan virus tidak termasuk organisme) seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Karakteristik kimia

DNA merupakan polimer yang terdiri dari tiga komponen utama, yaitu gugus fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen. Sebuah unit monomer DNA yang terdiri dari ketiga komponen tersebut dinamakan nukleotida, sehingga DNA tergolong sebagai polinukleotida.Rantai DNA memiliki lebar 22-24 Å, sementara panjang satu unit nukleotida 3,3 Å[1]. Walaupun unit monomer ini sangatlah kecil, DNA dapat memiliki jutaan nukleotida yang terangkai seperti rantai. Misalnya, kromosom terbesar pada manusia terdiri atas 220 juta nukleotida[2].


Struktur untai komplementer DNA menunjukkan pasangan basa (adenin dengan timin dan guanin dengan sitosin) yang membentuk DNA beruntai ganda.

Rangka utama untai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yang berselang-seling. Gula pada DNA adalah gula pentosa (berkarbon lima), yaitu 2-deoksiribosa. Dua gugus gula terhubung dengan fosfat melalui ikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula dan atom karbon kelima pada gula lainnya. Salah satu perbedaan utama DNA dan RNA adalah gula penyusunnya; gula RNA adalah ribosa.

DNA terdiri atas dua untai yang berpilin membentuk struktur heliks ganda. Pada struktur heliks ganda, orientasi rantai nukleotida pada satu untai berlawanan dengan orientasi nukleotida untai lainnya. Hal ini disebut sebagai antiparalel. Masing-masing untai terdiri dari rangka utama, sebagai struktur utama, dan basa nitrogen, yang berinteraksi dengan untai DNA satunya pada heliks. Kedua untai pada heliks ganda DNA disatukan oleh ikatan hidrogen antara basa-basa yang terdapat pada kedua untai tersebut. Empat basa yang ditemukan pada DNA adalah adenin (dilambangkan A), sitosin (C, dari cytosine), guanin (G), dan timin (T). Adenin berikatan hidrogen dengan timin, sedangkan guanin berikatan dengan sitosin.

Fungsi biologis

Replikasi


Pada replikasi DNA, rantai DNA baru dibentuk berdasarkan urutan nukleotida pada DNA yang digandakan

Replikasi merupakan proses pelipatgandaan DNA. Proses replikasi ini diperlukan ketika sel akan membelah diri. Pada setiap sel, kecuali sel gamet, pembelahan diri harus disertai dengan replikasi DNA supaya semua sel turunan memiliki informasi genetik yang sama. Pada dasarnya, proses replikasi memanfaatkan fakta bahwa DNA terdiri dari dua rantai dan rantai yang satu merupakan “konjugat” dari rantai pasangannya. Dengan kata lain, dengan mengetahui susunan satu rantai, maka susunan rantai pasangan dapat dengan mudah dibentuk. Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan bagaimana proses replikasi DNA ini terjadi. Salah satu teori yang paling populer menyatakan bahwa pada masing-masing DNA baru yang diperoleh pada akhir proses replikasi; satu rantai tunggal merupakan rantai DNA dari rantai DNA sebelumnya, sedangkan rantai pasangannya merupakan rantai yang baru disintesis. Rantai tunggal yang diperoleh dari DNA sebelumnya tersebut bertindak sebagai “cetakan” untuk membuat rantai pasangannya.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!